Waiting Time

January 13, 2012

Sekolah dah selesai, dah balik ke kantor, dan dah ngejalanin rutinitas yang menyebalkan.. menunggu keputusan kemana selanjutnya tempat yang bakalan jadi tujuan selanjutnya buat ngamalin ilmu yang dah didapet.Diluar kebiasaan, kali ini gak ada lagi maen petak umpet. Entah kenapa tumben-tumbenan sekarang jadi terbuka. Mungkin karena emang dah pada tau kurang lebihnya mau gimana.

Tapi, dibalik itu semua selalu ada cerita yang menarik. Ya, intrik2 yang terjadi mewarnai detik-detik waktu menunggu yang dilewatin mesti ada moment yang menarik.

7 orang bukanlah jumlah yang banyak. jumlah yang sedikit itulah yang akhirnya bikin bisa lebih saling memahami satu sama lain. pemahaman yang bisa jadi terlalu jauh.

seorang diantara 7 orang selama ini diketahui dapet tempat yang menurut banyak orang relatif tidak enak. walaupun nggak sedikit yang merasa santai saja dengan tempat itu. tapi, yang lebih bikin tidak enak adalah keluhan yang selalu dilontarkan, cerita yang selalu tidak mengenakkan, dan ungkapan keengganan untuk kembali ke tempat itu.

hal-hal itu, yang membuat beberapa orang yang merasa memiliki kesempatan yang lebih baik, dengan dasar kepedulian antar sesama teman berusaha untuk memberikan kesempatan kepada yang dirasa lebih membutuhkan. walaupun mesti dengan beberapa usaha.

hari pengambilan keputusan makin dekat, usaha yang selama ini dilakuin buat “nyelametin” salah seorang teman itu tampaknya bakalan berhasil, karena diusulkan buat dapet tempat bekerja di salah satu tempat yang banyak orang berkeinginan bekerja di tempat itu. gak cuma itu, ada temen satu lagi yang wlaupun dia tampaknya tidak ada keberatan di tempat manapun, tapi akhirnya dapat tempat yang lebih baik pula.

akan tetapi, disinilah keunikan manusia. entah temen-temen yang sok tau kebutuhan temen lain atau ada motivasi lain, ternyata tempat yang diberikan, yang notabene banyak orang pengen kesana, dan rasanya relatif enak, ternyata tidak sesuai dengan keinginan. memang keinginan manusia itu tidak pernah ada puasnya kalo diturutin. tapi mungkin juga ada alasan yang kuat kenapa ada keinginan lebih itu..

tapi ya akhirnya kembali pada diri sendiri lagi mau gimana..

Sah-sah aja berkeluh kesah dengan kekurangan yang ada sekarang dan menginginkan yang lebih. Tapi, jangan sampe semua itu jadiin kita lupa bersyukur bahwa sebenernya saat ini sudah banyak kemudahan dan kelebihan yang dimiliki yang mungkin bagi banyak orang masih sebatas keinginan atau impian..

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.